Wenger: Kesalahan Terbesarku Mungkin Bertahan 22 Tahun di Arsenal

Wenger: Kesalahan Terbesarku Mungkin Bertahan 22 Tahun di Arsenal
Arsene Wenger meninggalkan Arsenal setelah 22 tahun jadi manajer
GALAXYDOMINO - Arsene Wenger mengakhiri perjalanannya bersama Arsenal pada akhir musim 2017/2018 lalu. Tuntaslah sebuah era yang telah berjalan selama 22 tahun.
http://bit.ly/gd789

Permisi,

YUK DAFTAR DI GALAXYDOMINO .COM karena lagi ada PROMO LOH:

DEPO 50.000 BONUS 50.000

WEB : http://bit.ly/gd789

Syarat:
- Untuk New Member
- Withdraw Minimal 50.000
- HARUS ADA TO 50 RIBU BARU BISA MELAKUKAN PROSES WD

MUDAHKAN? TUNGGU APALAGI YUK DAFTAR

Wenger dan Arsenal pisah jalan pada Mei lalu. Posisi pria Prancis itu lantas digantikan oleh Unai Emery yang sebelumnya menangani Paris Saint-Germain.

Kepergian Wenger sedikit banyak dipengaruhi tekanan besar yang dialami belakangan ini. Meski masih punya satu tahun tersisa dalam kontraknya, manajer 68 tahun itu gagal membawa Arsenal ke Liga Champions untuk kali kedua berturut-turut.

Sejak terakhir kali mengantarkan Arsenal juara Premier League pada 2003/2004, Wenger terus menghadapi peningkatan tekanan dari fans. Tiga gelar juara Piala FA pada 2014, 2015, dan 2017 sempat jadi angin segar, tapi pada akhirnya kegagalan finis empat besar di musim lalu membuatnya mengakhiri cerita dengan Arsenal.

Dalam wawancara dengan RTL, Wenger ditanya soal kesalahan terbesar dalam kariernya.

 "Mungkin bertahan di klub yang sama untuk 22 tahun. Saya adalah seseorang yang suka banyak bergerak, tapi saya juga suka tantangan. Saya sudah sering jadi tahanan atas tantangan saya sendiri," kata Wenger dikutip Sky Sports.

Wenger juga mengungkapkan bahwa obsesinya membawa Arsenal sukses membuatnya mengorbankan kehidupan pribadi. Dia menyatakan seringkali itu harga yang harus dibayar oleh seorang manajer.

 "Saya menyesal telah mengorbankan segala yang saya lakukan, karena saya menyadari saya sudah menyakiti banyak orang di sekitar saya. Saya sudah mengabaikan banyak orang. Saya mengabaikan keluarga saya, saya mengabaikan banyak orang-orang terdekat," lanjut Wenger.

"Tapi jauh di dalam hati, pria yang terobsesi itu egois dalam mengejar apa yang dia cintai. Dia tak mengacuhkan banyak hal lain," tandasnya.

No comments

Powered by Blogger.