Rabio si Oktopus: Meramal Piala Dunia, Mati, Dimakan

Rabio si Oktopus: Meramal Piala Dunia, Mati, Dimakan
Ilustrasi oktopus
DBSBET - Robio si oktopus jadi pembicaraan di Jepang setelah dia meramal dengan tepat hasil laga Piala Dunia 2018. Tapi kini harus menjalani kodratnya: dijadikan sashimi dan disantap orang.
http://bit.ly/dbs789

Hari yang ceriah,dbsbet saat ini memiliki banyak promo yang menarik sekali,
depo 50rb bonus 50rb
ayo buruan daftar!!
Bonus new member depo 50rb dpt bonus 50rb
syarat min dp 50rb
Web DBS: http://bit.ly/dbs789
utk wd harus ada turn over di game sportsbook 500rb

Buruan Gabung Promo Khusus 100 New Member!!!

DBSBET : DEPO 50RB GRATIS 50RB

Seperti terjadi di belahan negara lain, di Jepang muncul juga binatang yang seakan-akan bisa meramal hasil pertandingan Piala Dunia 2018. Adalah Robio yang melakukan itu di Negeri Sakura. Robio adalah seekor oktopus.

Robio jadi sensasi dan viral di media sosial Jepang karena dia menebak dengan tepat hasil tiga pertandingan Jepang di fase grup. Di letakkan dalam sebuah kolam kecil, Robio tepat memprediksi kemenangan Jepang atas Kolombia, hasil imbang dengan Senegal, dan kekalahan dari Polandia.

 Tapi Rabio tak berusia panjang. Oleh pemiliknya, seorang nelayan bernama Kimio Abe, Rabio dijual ke pasar yang menjual hasil tangkapan laut. Seperti oktopus atau ikan lain yang ditangkap, Rabio akan menjadi santapan sehari-hari warga Jepang.

Meski Rabio viral, Kimio Abe tak merasakan manfaat apapun dari ketenaran oktopusnya itu. Maka Abe memutuskan untuk menjualnya, karena dengan begitu dia bisa mendapat pemasukan.

Dikutip dari BBC, Rabio dijual ke pasar sebelum Jepang takluk 2-3 oleh Belgia di babak 16 besar. Rabio memprediksi dengan benar hasil laga tersebut, tapi itu tak cukup menyelamatkan hidupnya.

Rabio bukan oktopus pertama yang meramal di Piala Dunia. Pada 2010 lalu ada oktopus lain asal Jerman yang bernama Paul. Paul cukup fenomenal ketika itu karena tepat memprediksi enam pertandingan Piala Dunia.

Paul mati dengan tenang di akuariumnya, di Sea Life Centre, Oberhausen pada 2012, dalam usia dua tahun.

No comments

Powered by Blogger.