Maradona: Kolombia Dirampok Lawan Inggris

Maradona: Kolombia Dirampok Lawan Inggris
Diego Maradona mengklaim bahwa kekalahan Kolombia bak perambokan
DBSBET - Diego Maradona mengklaim Kolombia adalah korban perampokan monumental. Hal itu merujuk pada keputusan wasit yang memberi penalti untuk Inggris.
http://bit.ly/dbs789

Hari yang ceriah,dbsbet saat ini memiliki banyak promo yang menarik sekali,
depo 50rb bonus 50rb
ayo buruan daftar!!
Bonus new member depo 50rb dpt bonus 50rb
syarat min dp 50rb
Web DBS: http://bit.ly/dbs789
utk wd harus ada turn over di game sportsbook 500rb

Buruan Gabung Promo Khusus 100 New Member!!!

DBSBET : DEPO 50RB GRATIS 50RB

Kolombia kalah 3-4 dalam duel adu penalti melawan Inggris dalam babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Spartak Arena, Rabu (4/7/2018) dinihari WIB. La Tricolor pun harus real angkat koper dari Rusia.

Pertandingan itu berlanjut adu penalti setelah kedua tim berimbang 1-1 sampai extra time. Inggris unggul duluan lewat gol penalti Harry Kane di menit ke-57. Yerry Mina berhasil menyamakan skor di masa injury time.


 Maradona tak senang dengan hasil tersebut. Legenda sepakbola Argentina, yang terkenal dengan "Gol Tangan Tuhan" ke gawang Inggris itu, menuding penalti di waktu normal tak sepantasnya didapat Kolombia.

Hadiah penalti diberikan kepada Inggris setelah wasit wasit Mark Geiger menilai Carlos Sanchez melanggar Kane. Tapi, Maradona menilai hal yang sebaliknya, bahwa Kane, lah, yang melakukan pelanggaran karena sengaja menjatuhkan diri saat mendapat kawalan ketat.

"Hukuman itu bukan penalti - itu pelanggaran oleh Kane. Kenapa dia (wasit) tidak menggunakan VAR?" kata Maradona seperti dikutip dari ESPN.

"Saya terguncang karena ketika saya berbicara dengan (Presiden FIFA Gianni) Infantino untuk pertama kalinya, semuanya telah berubah di FIFA: para pencuri telah pergi, perbaikan, dan semuanya," sambungnya.

"Dan hari ini saya melihat perampokan monumental di lapangan. Saya meminta maaf kepada warga Kolombia, tetapi para pemain tidak boleh disalahkan karena hal ini."

No comments

Powered by Blogger.